Model Pendampingan Masyarakat Kepulauan Berbasis Rumput Laut

Byadmin

Model Pendampingan Masyarakat Kepulauan Berbasis Rumput Laut

Sapeken adalah sebuah kecamatan di gugusan Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep (Jawa Timur). Wilayah ini terletak di bagian paling ujung kepulauan Madura. Penduduk di Kepulauan Sapeken ini umumnya berbahasa Sulawesi (bahasa  Bajo, Mandar, dan Bugis). Akses ke Kepulauan Sapeken adalah dengan menggunakan kapal penumpang atau kapal perintis melalui dengan rute Pulau Madura (Pelabuhan Kalianget, Sumenep) atau Banyuwangi (Pelabuhan Tanjungwangi). Mayoritas penduduk Sapeken bermata pencaharian nelayan tangkap. Sebagaimana permasalahan nelayan Indonesia pada umumnya, kemiskinan menjadi permasalahan utama di Sapeken.  Kepulauan Sapeken sebenarnya memiliki potensi perikanan yang masih terbuka untuk investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya karena dianugerahi kondisi geografis yang sangat mendukung yaitu berupa budidaya laut (marine culture). Lahan yang dimanfaatkan hanya sedikit dari luas lahan potensi marine culture yang efektif (diperkirakan puluhan ribu hektar).

Buku ini menyajikan informasi mengenai berbagai kegiaatan yang telah kami laksanakan selama tiga tahun di daerah tersebut. Namun demikian, untuk menambah bobot ilmiah serta bentuk tanggung jawab akademik, maka dalam buku ini disampaikan pula kajian referensi yang mendukung. Buku ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama berisi tentang konsep model pendampingan masyarakat, corporate social responsibility, dan urgensi pendampingan nelayan/pembudidaya. Bagian tersebut terdiri atas dua bab, yaitu Bab 1: Model Pendampingan dan Urgensi Pendampingan Untuk Pengembangan Nelayan/Pembudidaya, dan Bab 2: Pengembangan Masyarakat Melalui Corporate Social Responsibility. Sementara itu, bagian kedua berisi tentang best practice program pengabdian ipteks bagi wilayah (IbW) – corporate social responsibility (CSR). Bagian tersebut terdiri atas empat bab, yaitu Bab 3: Profil Perusahaan Mitra (SKK Migas – Kangean Energy Indonesia), Bab 4: Keadaan Umum Daerah Pengabdian, Bab 5: Potensi, Kendala, dan Strategi Pengembangan Budidaya Rumput Laut Di Kepulauan Sapeken, dan Bab 6: Kegiatan Pendampingan yang Dilakukan (Program Ipteks Bagi Wilayah-Corporate Social Responsibility [IbW-CSR]). Penyajian materi-materi tersebut diharapkan dapat memberi inspirasi bagi pembaca, khususnya bagi dosen, peneliti, pengambil kebijakan, maupun masyarakat yang memiliki ketertarikan serta concern pada tema-tema tersebut.

Selamat membaca, semoga buku ini memberikan inspirasi!

 

About the author

admin administrator

Leave a Reply