Aku Lahir Telanjang Karya JA. Noertjahyo

Byadmin

Aku Lahir Telanjang Karya JA. Noertjahyo

Aku Lahir Telanjang
Tebal : 254 Halaman
Akron: 15,5 cm x 23 cm
ISBN: 978-602-5699-49-8
Penerbit : Kota Tua
Penulis: J. A Noertjahyo (wartawan senior kompas)
Harga : Rp. 70.000
Stok : 33 Eksemplar
Sinopsis:
“TELANJANG TAPI BERMAKNA” – Buku ini mengungkap bahwa profesi jurnalis yang dilakoni oleh J.A. Noertjahyo merupakan profesi yang amat mulia, kompleks dan challenging. Liputannya beranekaragam dan mendalam. Mulai dari kapuk, tebu, apel, jeruk, anggrek hingga tanaman obat keluarga (toga). Hak azasi manusia, kriminalitas, ziarah dan pariwisata pun menjadi perhatian seriusnya. Bukan hanya berita domestik, tetapi tentang Filipina dan Swiss pun disajikannya. Kumpulan tulisan ini inspirasi kuat di tengah pemberitaan media sosial instan dan kacangan yang dangkal tanpa kompetensi intelektual yang profresional. Buku ini amat bermanfaat untuk para jurnalis dan membuka wawasan bagi semua pembaca. Ternyata, jurnalisme itu lebih dari sekedar opini dan berita, tapi bisa melahirkan catatan historis yang bermanfaat sepanjang masa. Buku ini salah satu contohnya.
Albertus Herwanta, MA,
Rektor Universitas Katolik Widya Karya,  Malang
* * *
“SWASEMBADA KEDELAI ITU MUDAH” – iitulah bagian penting ucapan saya ketika diwawancarai Pak Noertjahyo. Dan kalimat itu dijadikan judul tulisannya yang dimuat Kompas tanggal 23 Desember 2003. Saya masih menyimpan kliping tulisan ini. Saya merasa bahwa Pak Noertjahyo  melakukan wawancara secara komprehensip dan menuangkan hasil wawancara dalam tulisannya secara padat-akurat, namun tetap enak dibaca. Tulisan itu sangat saya hargai, dan setiap kali ditanya wartawan lagi tentang persoalan swasembada kedelai, selalu saya suruh menjadikan tulisan tersebut sebagai referensi.
DR Ir Suyono, MS
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Negeri Jember (sekarang pensiun), dan “guru” pengembangan kedelai edamame (1993-1999) Jember yang menjadi komoditas ekspor.
* * *
“MEMBACA JUDUL BUKU” – Yang berbunyi “Aku Lahir Telanjang”, secara spontan saya menebak isi buku itu mengisahkan tentang kehidupan manusia yang secara alamiah memang telanjang, tidak mempunyai apa-apa. Ini yang perlu diingat setiap orang. Mungkin si penulis sedang mencari jatidirinya, atau sudah menemukan jatidirinya seperti itu.
Agustinus Lie, CDD
Dosen Filsafat China PADA STFT Widya Sasana Malang.
* * *
“AKU LAHIR TELANJANG” – Merupakan sebuah buku yang ingin mengatakan bahwa hidup kita tidak ada maknanya kalau tidak berarti. Keberartian kita ketika kita mampu untuk mempersembahkan hari demi hari dengan hal yang bermakna, “Aku Lahir Telanjang” merupakan sebuah paparan bagaimana si penulis ingin mengatakan itu kepada kita. Semoga tulisan J.A. Noertjahyo ini menggoda kita untuk selalu berjuang agar kita pun bermakna bagi kehidupan ini.
RP Eka Aldilanta
Sekretaris Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan  Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta.

About the author

admin administrator

Leave a Reply